Di suatu hari seorang ibu duduk di halaman rumah nya bersama anak nya yang baru menyelesaikan sekolah nya. Meraka sedang asik bercengkrama sambil menatap pemandangan yang Nampak di sekitar halaman rumah nya.
Tiba-tiba seekor burung hinggap di salah satu pohon.. si ibu pun menanyakan kepada anak nya,,
“Nak, apa itu ?” Tanya ibu ,, lalu anak nya pun menjawab dengan lembut “itu burung gagak ibu .”
Si ibu pun tersenyum. Namun tak lama kemudian ibu itu pun menanyakan hal yang sama kepada anak nya,, “nak,apa itu?”Si anak pun heran dan menjawab pertanyaan ibu nya sekali lagi “burung gagak ibu .”
Tapi,, untuk yang ketiga kalinya ibu pun menanyakan hal yang sama pada anak nyaa,, si anak pun mulai merasa geram pada tingkah ibu nya dan dia menjawab dengan nada yang kesal “ itu burung gagak ibuuuu … “
Dan ternyata tak lama kemudian si ibu pun menanyakan hal yang sama lagi kepada anak nya,,
Si anak sudah merasa kesal,, dan menjawab dengan nada marah “ Gagak !!!! “ ..
Dan untuk yang kelima kalinya si ibu menanyakan kembali pertanyaan yang sudah terulang-ulang,, dan si anak pun mulai marah dan berkata kepada ibu nya “ Ibu !! ibu itu kenapa sih ??? ibu sudah menyakan pertanyaan yang sama itu sebanyak lima kali !! apa ibu tidak mengerti juga??? “ ujar si anak dengan rasa marah kepada ibu nya.. si ibu yang dimarahi hanya diam dan tersenyum pada anak nya yang sudah mulai kesal dan marah pada ibu nya.
Si ibu masuk ke dalam rumah nya,,dan tak lama kemudian keluar membawa sesuatu yang akan diberikan kepada anaknya.. ternya itu sebuah diary ibu itu. dan si ibu pun melihatkan sesuatu yang tertulis di diary tersebut kepada anaknya.. lalu anak nya membaca diary tersebut yang isi nya “ di suatu hari saat anak ku genap berumur lima tahun,,aku duduk dihalaman rumah bersama anakku sambil melihat pemandangan sekitar rumah. Hinggaplah seekor burung di pohon depan rumah ku. Lalu anakku pun bertanya “ ibu,apa itu ?” dan aku pun menjawab dengan penuh rasa sayang “itu burung gagak nak.” Tapi tak lama kemudian anakku bertanya kembali pertanyaan yang sama . aku pun dengan senang hati menjawab pertanyaan nya. Sudah hampir 25 kali ia menanyakan hal yang sama itu kepda ku,tapi aku selalu menjawab dengan penuh rasa sayang kepda anakku untuk memenuhi rasa ingin tahu nya itu”
Setelah membaca diary itu si anak pun terdiam dan menatap ibu nya,, tiba-tiba dia bersimpuh di kedua kaki ibunya dengan meneteskan air mata dan berkata “ maafkan aku ibu ..” ibu pun dengan penuh rasa sayang memaafkan anaknya dan mengelus-elus kepala anaknya..
Nah teman,, berapa kali kita membentak dan memarahi ibu kita??
Tentu nya sangat tak sebanding dengan kasih sayang yang ia berikan kepada kita sampai saat ini..
Tak peduli berapa umur kita sekarang,,
Tak peduli betapa banyak nya dosa kita,,
Setelah membaca kisah ini,mari kita datang kepada ibu kita dan cium lah kedua tangan nya,,
Lalu minta maaflah atas segala kesalahan yang telah kita lakukan .
We are growing up till old times
Minggu, 20 November 2011
Keturunan Pelaut
Nenek moyangku orang pelautGemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa
Angin bertiup layar terkembang
Ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda berani bangkit sekarang
Ke laut kita beramai-ramai
Lagu Pelaut....
Ya...Lagu ini memang sering dinyanyikan oleh kita saat masih anak-anak...Saat aku masih kecil,Ibu ku memang sering bercerita tentang kakek buyutku yang seorang pelaut dan gugur di medan perang di saat kakek ku berusia 7 tahun.Terus terang aku sendiri belum pernah melihat langsung wajah kakek buyutku.
Saya kadang membayangkan bahwa sosok kakek buyutku seperti Monkey.D Garp seorang karakter fiksi di Anime One Piece. Hahahaha konyol sekali.. Saya mungkin telah menjadi korban dari Anime yah.
Hingga pada suatu hari,Saya sedikit dikejutkan dengan berita yang ada di Kompas pada tanggal 11 November 2011 yang berisi berita seperti ini:
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kerajaan Belanda mencari sanak keluarga enam warga negara Indonesia yang menjadi awak Kapal Selam K16 yang tenggelam di perairan Kalimantan, Desember 1941.
Direktur Makam Kehormatan Belanda (Oorlogsgraven Stichting/OGS) Peter Steenmeijer yang ditemui di Jakarta, Jumat (11/11/2011), menjelaskan, bangkai Kapal Selam K16 baru saja ditemukan Oktober lalu di lepas pantai Kuching, Sarawak.
Para WNI tersebut (ketika itu disebut kawula Hindia-Belanda) adalah Enak (kopral juru mesin), Karta (stoker olieman/tamtama kamar mesin), AR Madjid (sersan juru telegraf), Marsidan (kopral juru masak), dan Tawi (jongen/pembantu).
"Ada enam orang Indonesia yang menjadi awak Kapal Selam K16. Kita bermaksud mengundang keluarga mereka terkait rencana pemberian penghormatan terakhir dan hak-hak sebagai anggota Angkatan Laut Belanda," kata Steenmeijer.
Kapal Selam K16 merupakan bagian dari armada Angkatan Laut Belanda di Hindia-Belanda pada saat Perang Dunia II. Kapal selam tersebut ditorpedo Kapal Selam Jepang I-66.
Steenmeijer berharap, kerabat dari para awak kapal tersebut dapat menghubungi Kedutaan Besar Belanda atau perwakilan diplomatik terdekat seperti konsulat di Surabaya.
"Enak (Kopral Juru Mesin)".Itu adalah nama Ayah dari Kakek ku (Embi Suhaebi) atau dengan kata lain beliau adalah Kakek Buyutku yang selama ini selalu ibu ceritakan kisah hidupnya padaku.Beliau adalah anggota Angkatan Laut Belanda,dan gugur di medan perang disaat melawan Jepang tahun 1941 saat membela tanah air.(Saat itu Indonesia belum ada,jadi namanya Hindia-Belanda)
Entahlaaah.. Jujur saya sangat terharu sekaligus bangga,karena kata kata yang selama ini ibu ucapkan padaku ternyata bukan lah cerita bohong atau dongeng belaka. Saya tidak menyangka ternyata dalam darah saya mengalir darah Belanda dari kakek saya.Dan saat ini kakek saya (Embi Suhaebi) sedang dipanggil oleh Duta Besar Belanda dan rencana nya mereka akan diberikan penghargaan terhadap anggota keluarga awak kapal yg gugur di medan perang sebagai Anggota Angkatan Laut Belanda saat itu.
Terimakasih kakek buyut.Saya sangat bangga mempunyai darah seorang pelaut..!!!
Rabu, 09 November 2011
Dari AC Milan untuk Simoncelli
Siapa tidak kenal Marco Simoncelli??
Ya,dia adalah pembalap motoGP asal Italia yang tewas saat balap di Sirkuit sepang Malaysia.
Namun dihari yang bersamaan dengan hari kematian nya,ada sedikit cerita yang mungkin tidak banyak orang ketahui...
Kemenangan 4-3 AC Milan ketika bertandang ke Via Del Mare,kandang Lecce memang sangat luar biasa. Bagaimana tidak? AC Milan yang tertinggal 3 gol lebih dulu dibabak pertama,mampu memenangkan pertandinngan di babak kedua dengan skor 4-3.Sangat Dramatis bukan??
Tapi ini bukan lah sebuah drama,Film,ataupun sinetron yang direkayasa.
Kemenangan ini dipersembahkan untuk fans berat mereka,pembalap Marco Simoncelli yang tewas karena insiden kecelakaan di MotoGP Malaysia,di Sirkuit Sepang,Minggu (23/10/
Sempat tertinggal, Milan bangkit berkat hattrick Kevin-Prince Boateng dan Mario Yepes menjadi pahlawan skuad Massimiliano Allegri.Usai laga tersebut, seperti dilansir dari Sky Sport Italia, Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani mengatakan kemenangan timnya untuk Simoncelli, juara Italia yang meninggalkan olahraga terlalu cepat.
“Kemenangan ini untuk sang juara mendiang Marco Simoncelli, dia fans sejati Milan, jadi sudah selayaknya kemenangan ini untuk dia,” ujar Galliani yang mengaku terkejut mendengar tewasnya pebalap muda Italia itu di Sepang.
Hal yang sama juga diutarakan Tassoti, asisten pelatih Allegri yang mengakui kemenangan Milan atas Lecce, terpicu atas tewasnya Simoncelli
.
“Kami memang tertinggal 3-0 di babak pertama,tapi kami berhasil memenangkan pertandingan menjadi 3-4 secara dramatis.Entah benar entah salah, kami mencoba bangkit dan ingin mempersembahkan kemenangan ini untuk Marco,” papar Tassotti.
Yuups pertandingan Lecce vs AC Milan ini bergulir hanya 2 Jam setelah diberitakan tewas nya Marco Simoncelli.Sehingga Milan pada saat itu bermain sangat berbeda dari biasanya.Mereka seperrti bermain dengan memikul beban yang sangat berat. Percaya atau tidak,itu terserah anda. Tapi bagi saya pribadi ini adalah suatu keajaiban,dimana spirit Marco Simoncelli mampu membuat Milan bermain begitu bersemangat...
FORZA MARCO SIMONCELLI :')
Langganan:
Postingan (Atom)



