We are growing up till old times

Minggu, 20 November 2011

Keturunan Pelaut

Nenek moyangku orang pelaut
Gemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa
Angin bertiup layar terkembang
Ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda berani bangkit sekarang
Ke laut kita beramai-ramai


Lagu Pelaut....
Ya...Lagu ini memang sering dinyanyikan oleh kita saat masih anak-anak...Saat aku masih kecil,Ibu ku memang sering bercerita tentang kakek buyutku yang seorang pelaut dan gugur di medan perang di saat kakek ku berusia 7 tahun.Terus terang aku sendiri belum pernah melihat langsung wajah kakek buyutku.




Saya kadang membayangkan bahwa sosok kakek buyutku seperti Monkey.D Garp seorang karakter fiksi di Anime One Piece. Hahahaha konyol sekali.. Saya mungkin telah menjadi korban dari Anime yah.

Hingga pada suatu hari,Saya sedikit dikejutkan dengan berita yang ada di Kompas pada tanggal 11 November 2011 yang berisi berita seperti ini:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kerajaan Belanda mencari sanak keluarga enam warga negara Indonesia yang menjadi awak Kapal Selam K16 yang tenggelam di perairan Kalimantan, Desember 1941.
Direktur Makam Kehormatan Belanda (Oorlogsgraven Stichting/OGS) Peter Steenmeijer yang ditemui di Jakarta, Jumat (11/11/2011), menjelaskan, bangkai Kapal Selam K16 baru saja ditemukan Oktober lalu di lepas pantai Kuching, Sarawak.
Para WNI tersebut (ketika itu disebut kawula Hindia-Belanda) adalah Enak (kopral juru mesin), Karta (stoker olieman/tamtama kamar mesin), AR Madjid (sersan juru telegraf), Marsidan (kopral juru masak), dan Tawi (jongen/pembantu).
"Ada enam orang Indonesia yang menjadi awak Kapal Selam K16. Kita bermaksud mengundang keluarga mereka terkait rencana pemberian penghormatan terakhir dan hak-hak sebagai anggota Angkatan Laut Belanda," kata Steenmeijer.
Kapal Selam K16 merupakan bagian dari armada Angkatan Laut Belanda di Hindia-Belanda pada saat Perang Dunia II. Kapal selam tersebut ditorpedo Kapal Selam Jepang I-66.
Steenmeijer berharap, kerabat dari para awak kapal tersebut dapat menghubungi Kedutaan Besar Belanda atau perwakilan diplomatik terdekat seperti konsulat di Surabaya.


"Enak (Kopral Juru Mesin)".Itu adalah nama Ayah dari Kakek ku (Embi Suhaebi) atau dengan kata lain beliau adalah Kakek Buyutku yang selama ini selalu ibu ceritakan kisah hidupnya padaku.Beliau adalah anggota Angkatan Laut Belanda,dan gugur di medan perang disaat melawan Jepang tahun 1941 saat membela tanah air.(Saat itu Indonesia belum ada,jadi namanya Hindia-Belanda)
Entahlaaah.. Jujur saya sangat terharu sekaligus bangga,karena kata kata yang selama ini ibu ucapkan padaku ternyata bukan lah cerita bohong atau dongeng belaka. Saya tidak menyangka ternyata dalam darah saya mengalir darah Belanda dari kakek saya.Dan saat ini kakek saya (Embi Suhaebi) sedang dipanggil oleh Duta Besar Belanda dan rencana nya mereka akan diberikan penghargaan terhadap anggota keluarga awak kapal yg gugur di medan perang sebagai Anggota Angkatan Laut Belanda saat itu.


Terimakasih kakek buyut.Saya sangat bangga mempunyai darah seorang pelaut..!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar