We are growing up till old times

Minggu, 20 November 2011

Burung Gagak

Di suatu hari seorang ibu duduk di halaman rumah nya bersama anak nya yang baru menyelesaikan sekolah nya. Meraka sedang asik bercengkrama sambil menatap pemandangan yang Nampak di sekitar halaman rumah nya.

Tiba-tiba seekor burung hinggap di salah satu pohon.. si ibu pun menanyakan kepada anak nya,,
“Nak, apa itu ?” Tanya ibu ,, lalu anak nya pun menjawab dengan lembut “itu burung gagak ibu .”
Si ibu pun tersenyum. Namun tak lama kemudian ibu itu pun menanyakan hal yang sama kepada anak nya,, “nak,apa itu?”Si anak pun heran dan menjawab pertanyaan ibu nya sekali lagi “burung gagak ibu .”
Tapi,, untuk yang ketiga kalinya ibu pun menanyakan hal yang sama pada anak nyaa,, si anak pun mulai merasa geram pada tingkah ibu nya dan dia menjawab dengan nada yang kesal “ itu burung gagak ibuuuu … “
  
Dan ternyata tak lama kemudian si ibu pun menanyakan hal yang sama lagi kepada anak nya,,
Si anak sudah merasa kesal,, dan menjawab dengan nada marah “ Gagak !!!! “ ..
Dan untuk yang kelima kalinya si ibu menanyakan kembali pertanyaan yang sudah terulang-ulang,, dan si anak pun mulai marah dan berkata kepada ibu nya “ Ibu !! ibu itu kenapa sih ??? ibu sudah menyakan pertanyaan yang sama itu sebanyak lima kali !! apa ibu tidak mengerti juga??? “ ujar si anak dengan rasa marah kepada ibu nya.. si ibu yang dimarahi hanya diam dan tersenyum pada anak nya yang sudah mulai kesal dan marah pada ibu nya.
  
Si ibu masuk ke dalam rumah nya,,dan tak lama kemudian keluar  membawa sesuatu yang akan diberikan kepada anaknya.. ternya itu sebuah diary ibu itu. dan si ibu pun melihatkan sesuatu yang tertulis di diary tersebut kepada anaknya.. lalu anak nya membaca diary tersebut yang isi nya “ di suatu hari saat anak ku genap berumur lima tahun,,aku duduk dihalaman rumah bersama anakku sambil melihat pemandangan sekitar rumah. Hinggaplah seekor burung di pohon depan rumah ku. Lalu anakku pun bertanya “ ibu,apa itu ?” dan aku pun menjawab dengan penuh rasa sayang “itu burung gagak nak.” Tapi tak lama kemudian anakku bertanya kembali pertanyaan yang sama . aku pun dengan senang hati menjawab pertanyaan nya. Sudah hampir 25 kali ia menanyakan hal yang sama itu kepda ku,tapi aku selalu menjawab dengan penuh rasa sayang kepda anakku untuk memenuhi rasa ingin tahu nya itu”
  
Setelah membaca diary itu si anak pun terdiam dan menatap ibu nya,, tiba-tiba dia bersimpuh di kedua kaki ibunya dengan meneteskan air mata dan berkata “ maafkan aku ibu ..” ibu pun dengan penuh rasa sayang memaafkan anaknya dan mengelus-elus kepala anaknya..


Nah teman,, berapa kali kita membentak dan memarahi ibu kita??
Tentu nya sangat tak sebanding dengan kasih sayang yang ia berikan kepada kita sampai saat ini..
Tak peduli berapa umur kita sekarang,,
Tak peduli betapa banyak nya dosa kita,,
Setelah membaca kisah ini,mari kita datang kepada ibu kita dan cium lah kedua tangan nya,,
Lalu minta maaflah atas segala kesalahan yang telah kita lakukan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar